Articles by "featured"

manualslide
Tampilkan postingan dengan label featured. Tampilkan semua postingan


    Berbagai macam jenis makanan tradisional yang sehat dan murah tersaji dalam acara Festival Kuliner yang diselenggarakan di alun - alun jepara kemarin dan hari ini, sabtu dan minggu (18-19/04/2015). Festival Kuliner dan pangan se- Jawa Tengah ini diikuti oleh 36 Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah yang memamerkan dan mempromosikan produk olahan makanan dari daerah mereka masing masing.

    Ada ceke singkong, lontong jagung, roket ubi udan dan makanan tradisional khas jawa tengah lainnya yang bisa anda nikmati di acara ini dengan harga murah. Salah seorang pengunjung mengatakan tadi membeli makanan khas pemalang yaitu 5 tusuk loso, satu porsi sop daging sapi, satu porsi nasi dan dua minuman nanas dalam kemasan cuma Rp. 20.000,- ini adalah harga yang sangat murah untuk ukuran acara Festival sebesar ini.


    Pantai Tirta Samudra yang terterletak di Desa Bandengan atau masyarakat umum lebih mengenalnya dengan nama Pantai Bandengan ini memang sangat mempesona, Pantai yang garis pantainya dipenuhi hamparan pasir putih ini adalah salah satu obyek wisata favorit di Jepara.

   Asal usul nama Pantai Bandengan adalah dari sunan muria, saat sunan muri menyebarkan islam di kepulauan Karimunjawa. Di daerah ini banyak terdapat ikan bandengan sehinggan sunan muria memberi nama pantai ini  Pantai Bandengan. Dizamannya RA Kartini juga sering menghabiskan waktunya di pantai ini.

   Tidak jauh dari pantai bandengan juga ada obyek wisata jepara lainnya, tempat wisata tersebut adalah Pulau Panjang. Untuk bisa menikmati indahnya Pulau Panjang pengunjung bisa menyewa perahu yang ada di Pantai Bandengan. Letaknya yang berada di pesisir membuat Jepara mempunyai banyak Obyek wisata pantai.


   Wisata Kawah Putih Desa Blingoh Jepara ini baru terkenal beberapa waktu yang lalu setelah beberapa sosial media dan blogger mengupload gambar Kawah Putih yang indah ini. Tempat wisata ini kurang dikenal karena letaknya yamg jauh dari perkotaan berada di pelosok desa tepatnya Dukuh Lembah Desa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara.

   Danau ini adalah danau buatan bekas galian penambangan yang berbentuk batu putih, seiring berjalanannya waktu kawah putih tersebut di penuhi air hujan dan menyerupai Danau. Sekarang masyarakat jepara lebih mengenalnya dengan nama Danau Kawah Putih Desa Blingoh.

   Disekitar Danau masih terdapat laham yang pohonnya cukup rimbun, dan untuk bisa menikmati danau yang indah tersebut anda juga harus melewati jalanan yang penuh tantangan. Ini sangat cocok buat anda yang berjiwa petualang. Penasaran seperti apa indahnya Danau tersebut berikut peta lokasinya.





   Sebanyak 75 penyanyi dangdut jepara siap menghibur masyarakat jepara mulai jam 13:00 WIB hingga pukul 23:00 nanti malam dengan bintang tamu Anita Dangdut Academy Indosiar dari Jakarta. Acara yang dipusatka di alun alun Jepara ini merupakan rangkaian dari acara Festival Kartini dan Hari Jadi Jepara ke - 466.

   Hadi Priyanto selaku ketua Festival Kartini mengatakan parade 75 artis dangdut jepara akan menampilkan artis artis dangdut asli jepara, mereka akan membawakan lagu secara bergantian dengan diiringi tujuh Group Dangdut papan atas Jepara. Lagu yang dibawakan adalah lagu dangdut asli atau original tanpa campuran DJ atau koplo, Panitia juga menghimbau agar Penyanyi tidak membawakan laku jorok seperti Tali kutang, Oplosan dan lain lain. Hal ini dikarenakan agar citra dangdut jepara lebih baik.

    Dalam konser dangdut tersebut disertai launching " Jepara Insan Dangdut Community " atau JasDC sebagai wadah bagi pengembangan insan musik dangdut jepara agar dapat tumbuh kreativitas dengan tetap bertumpu pada karakter dan budaya bangsa. Para artis akan menyanyi tanpa dibayar dalam acara ini mereka  hanya ikut meramaikan hari jadi jepara.


    Acara Festifal Kartini dalam rangka memperingati Hari Jadi Jepara yang ke 466 berlangsung meriah kemarin tanggal 9 April 2015. Sedangkan Acara Kirab Budaya Buka Luwur dimulai jam 12:30 WIB dari Pedopo Kabupaten menuju makam Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadirin, Mantingan Jepara.

   Pemeran Tiga Tokoh Wanita Jepara dalam Kirab Budaya Luwur tersebut adalah Regina Lulu Fani siswa SMKN 3 Jepara sebagai Ratu Kalinyamat, Putri Rania Taqiya Anjani siswi SMPN 2 Jepara sebagai Ratu Shima dan Selvia Elmia Sari siswi SMAN 1 Jepara sebagai RA. Kartini.

   Kirab Budaya Luwur tersebut melibatkan 15 Kecamatan yang ada di jepara para peserta menampilkan kearifan lokalnya, acara tersebut juga diramaikan dengan seni tradisional barongan, drumband serta pagelaran Sendratari yang melibatkan seniman seniman Jepara.

  
sumber foto metrojateng.com


 Wakil ketua Paguyuban Pengusaha Karaoke Punggkruk Jepara menolak kebijakan pemkab jepara yang akan menutup karaoke yang ada di jepara tanggal 10 april 2015 nanti. Mereka juga menolak solusi yang diberikan pemkab jepara , salah satunya jaminan usaha dan gaji yang layak bagi ratusan pemandu karaoke (PK) yang bekerja di pungkruk. Pasalnya solusi yang ditawarkan tidak sesuai dengan penghasilan pengusaha dan pekerja di dunia hiburan tersebut.

   Jika usaha audiensi dengan DPRD tidak membuahkan hasil pengusaha karaoke pungkruk mengancam akan demo. Sementara itu, Kepala Satuan Satpol PP Jepara Trisno Santoso menengatakan, Pemkab akan tetap menutup semua tempat usaha karaoke di Jepara sesuai dengan jadwal.”Tidak ada pemunduran waktu ataupun teknis pelaksanaannya. Kami sudah mengirimkan surat edaran Bupati terkait kebijakan tersebut kepada semua pengusaha karaoke. Di kawasan Pungkruk, surat kami titipkan ke paguyuban,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan rapat terakhir, di awal pekan ini, anggota Satpol PP akan menyambangi semua tempat karaoke di Jepara, dari pintu ke pintu. Tampat karaoke di Pungkruk fokus utama. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya akan menyosialisasikan rencana eksekusi, serta pasceksekusi. Rencananya, pada 10 April nanti, karaoke harus benar-benar ditutup.
Satpol PP akan menyegel tempat usaha yang dinilai ilegal tersebut. Penyitaan alat karaoke akan dilakukan jika masih ada yang buka. ”Termasuk juga menjaring PK yang masih berada di tempat karaoke,” katanya. Khususnya di kawasan Pungkruk, selain penutupan juga akan dilakukan penataan. Desain penataan, lanjut Trisno, sudah dibuat oleh Dinas Ciptaruk Jepara.
Jika menurut skema ada bangunan yang perlu dirobohkan, maka akan dirobohkan.”Jika dirasa tidak perlu, maka cukup ditata untuk dijadikan tempat usaha kuliner maupun usaha lainnya yang tidak melanggar aturan,” katanya
Sumber berita : http://goo.gl/3Ag3hF


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.