Articles by "wisata kuliner"

manualslide
Tampilkan postingan dengan label wisata kuliner. Tampilkan semua postingan

pindang serani, sumber royco.co.id

  Banyaknya turis di kota Jepara baik yang hanya sekedar menikmati keindahan alam Jepara dengan paspor pariwisata atau pun yang bekerja di perusahaan perusahaan berkelas internasional seperti PLTU Tanjung Jati B dan lainnya membuat banyak berdiri restoran dan cafe yang menyediaan menu atau hidangan mancanegara seperti Jepang, Korea, dan lainnya.

  Namun sebagai kota yang berada di Indonesia yang terkenal akan rempah rempahnya Jepara memiliki hidangan atau makanan khas Jepara yang rasanya jauh lebih enak dari hidangan mancanegara. Bahkan terbukti para turis yang ada di Jepara sangat suka menikmati kuliner khas jepara.

 Berikut beberapa makanan khas Jepara yang wajib kamu coba :

Pindang Serani , kelezatan pindang serani sudah diakui oleh para pencinta kuliner dari berbagai penjuru negeri termasuk turis yang ada di Jepara karena mempunyai rasa yang sedap terutama kuahnya yang khas. Pindang ini dibuat dari ikan hasil tangkapan nelayan Jepara yang masih segar dan inilah yang membuat pindang ini terasa beda dengan pindang ikan lainnya. Diolah dengan cara direbus dan diberi bumbu 'rahasia" serani. Rasanya yang pedas, asam dan manis membuat hidangan ini sangat cocok dinikmati siang hari apalagi di tempat tempat wisata yang ada di Jepara. Selain menikmati wisata kuliner juga bisa menikmati wisata alam.

Rondho Royal, dalam bahasa Indonesia rondho royal artinya Janda Royal. Tapi jangan salah rondho royal di sini adalah jajanan khas Jepara yang terbuat dari tapai yang dibungkus adonan tepung terigu ditambah gula & garam secukupnya kemudian digoreng.

Dan masih banyak lagi makanan khas Jepara yang bisa anda nikmati di sana, dikota yang eksotis yang penuh keindahan.

foto: www.wisataterindah.net
   Pantai Pungkruk adalah sebuah lokasi wisata kuliner yang ada di Jepara. Lokasinya yang berada di pantai membuat pengunjung tidak hanya menikmati kuliner Jepara yang menggoda seperti pindang serani, kepiting, rajungan dan hasil laut lainnya tapi juga menikmati indahnya Pantai Pungkruk. Pantai dengan hamparan pasir putih, ombak yang tenang dan pemohonan yang rindang.

   Di pantai yang jaraknya sekitar 7 km dari pusat kota ini, terdapat banyak rumah makan yang menyediakan makan hasil laut atau seafood bahkan beberapa diantaranya menyediakan gazebo gazebo diatas air pantai Pantai Pungkruk. Keindahan pantai dan nikmatnya kuliner yanga ada membuat pantai pungkruk menjadi tempat favorit pencinta kuliner baik dari Jepara maupun kota lain sekitar Jepara. Seiring dengan berjalanan nya waktu daerah tersebut banyak berdiri kafe dan tempat karaoke, Hal itu dinilai membuat citra negatif terhadap wilayah itu. Lebih dari 100 gadis pemandu karaoke yang berpenampilan menggoda mata lelaki terdapat di wilayah tersebut.

  Agustus 2015, Pemerintah daerah Jepara melakukan penertiban meski sempat mendapat perlawanan akhirnya kawasan tersebut berhasil ditertibkan. Kini Pantai Pungkruk tidak seramai dulu, keterpurukan pantai pungkruk di Desa Mororejo Kecamatan Monggo Jepara mengundang keprihatinan semua pihak Terutama para pelaku wisata di daerah tersebut. Karena kondisi ini tidak hanya membuat aset Pemkab Jepara mangkrak tapi roda perekonomian juga mati suri. Sehingga trobosan baru perlu dilakukan untuk menggairahkan kembali sektor wisata di lokasi tersebut.

  Dengan kegiatan kegiatan yang positif dan inovatif sekaligus mengubur citra negatif yang pernah melekat pada destinasi wisata ini. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Jepara bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Jepara, JAYA KIA TRADE dan CV NBL Media Group mengadakan acara Festival Pantai Pungkruk. Adapun acara akan diselenggarakan Sabtu 6 Mei 2017 dan diperkirakan akan di ikuti oleh 5.000 orang. Selain festival kuliner yang akan diikuti oleh chef dan siswa SMK Tata Boga juga akan di adakan festival fotografi wisata jepara, festifal kebaya & tata rias, festival kroncong, langgam, campursari dan Trike flying & paramator show.


   Secara geografis kabupaten Jepara terletak di pantura timur Jawa Tengah yang bagian barat dan utaranya dibatasi oleh laut. Sedangkan bagian timur wilayah kabupaten ini merupakan daerah pegunungan. Wilayah kabupaten Jepara juga meliputi kepulauan yakni gugusan pulau-pulau di Laut  Jawa. Dua pulau terbesar di Jepara adalah pulau Karimunjawa dan pulau Kemujan. Sebagian besar wilayah Karimunjawa dilindungi dalam cagar alam laut Karimunjawa. Sedangkan pulau terdekat dengan pusat kota jepara adalah Pulau Panjang.

  Karena letaknya yang pesisir pantai maka tidak heran jika sebagian dari masyarakat Jeparamemiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Salah satu hasil laut Jepara adalah kepiting jenis rajungan, dan nelayan dari Jepara merupakan salah satu pemasok rajungan untuk kebutuhan ekspor di propinsi Jawa Tengah. Bahkan di Jepara telah berdiri sebuah pabrik ranjungan yang berada di desa Bandengan yang hasil olahannya di ekspor ke luar negeri.


   PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B bekerja sama dengan PT Central Java Power, UNDIP, TAKA dan dinas terkait mengadakan pelatihan restocking rajungan kepada KUB Berkah Samudra. Hadir sebagai narasumber acara tersebut Ir. Sri Redjeki M.Si, Ir Ita Riniatsih M.Si Dr Rudi Pribadi  Dr. Ir Munasik M.Sc sedangkan sebagai fasilitator perwakilan dari TAKA sdr. Haries Sukandar.


  Pelatihan restocking rajungan ini merupakan bagian dari program konservasi pulau panjang, dengan diadakannya pelatihan tersebut diharapkan selain menambah wawasan tentang budidaya atau cara menangkap menangkap rajungan, juga bisa menambah penghasilah para nelayan. Jika program ini berhasil maka Jepara akan menjadi kota yang lestari, menjadi kota pariwisata, menjadi pusat wisata kuliner dan hal itu akan berpengaruh kepada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya.


 


    Berbagai macam jenis makanan tradisional yang sehat dan murah tersaji dalam acara Festival Kuliner yang diselenggarakan di alun - alun jepara kemarin dan hari ini, sabtu dan minggu (18-19/04/2015). Festival Kuliner dan pangan se- Jawa Tengah ini diikuti oleh 36 Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah yang memamerkan dan mempromosikan produk olahan makanan dari daerah mereka masing masing.

    Ada ceke singkong, lontong jagung, roket ubi udan dan makanan tradisional khas jawa tengah lainnya yang bisa anda nikmati di acara ini dengan harga murah. Salah seorang pengunjung mengatakan tadi membeli makanan khas pemalang yaitu 5 tusuk loso, satu porsi sop daging sapi, satu porsi nasi dan dua minuman nanas dalam kemasan cuma Rp. 20.000,- ini adalah harga yang sangat murah untuk ukuran acara Festival sebesar ini.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.