Articles by "pltu tanjung jati b"

manualslide
Tampilkan postingan dengan label pltu tanjung jati b. Tampilkan semua postingan


Festival Ramadhan PLTU Tanjung Jati B 2018 merupakan kegitan tahun keempat. Kegiatan yang diadakan pada Rabu (6/6) bertempat di lapangan Desa Kaliaman ini lebih meriah dari tahun - tahun sebelumnya. Selain penyaluran bantuan sembako murah untuk 2.000 dhuafa, takjil gratis untuk 2.000 dhuafa, santunan kepada 350 yatim piatu di ring 1 PLTU Tanjung Jati B, lomba tongtek yang diikuti 16 kelompok remaja masjid dari Kecamatan Kembang dan Bangsri juga ada lomba rangking 1 yang diikuti pelajar dari 35 SMP/MTs di sekitar PLTU Tanjung Jati B.


Pemenang lomba tongtek Festival Ramadhan PLTU Tanjung Jati B 2018 diraih oleh kelompok remaja masjid Al Huda Desa Jerukwangi sebagai juara I, Darussawab Desa Tubanan sebagai juara II dan Karang Taruna Bina Sejahtera Desa Guyangan sebagai juara III. Disusul juara harapan I dari BMT Star Desa Jinggotan, juara harapan II dari Baitul Huda Desa Kaliaman dan sebagai juara harapan III dari kelompok Al Ikhlas Desa Bondo.


Acara ini hasil kerjasama PT PLN Tanjung Jati B dengan Karang Taruna Desa Tubanan, Kaliaman, Bondo dan LSM Bagaskara serta Jawa Pos Radar Kudus.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi, Danramil Bangsri, Sugiri dan perangkat desa setempat.

Dalam sambutannya General Manager PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Komang Parmita mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pada masyarakat, khususnya bagi yang kurang mampu. Melalui kegiatan ini, pihak PT PLN Tanjung Jati B berharap bisa bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Fitri. Di sisi lain, beragam lomba yang digelar juga sebagai upaya membina generasi muda agar mau lestarikan budaya kearifan lokal Jepara dan menumbuhkan semangat belajar bagi siswa - siswi di ring 1 PLTU Tanjung Jati B.

Sementara itu Wakil Bupati Jepara berharap kegiatan positif yang diselenggarakan PLN Tanjung Jati B ini semakin berkembang, tidak hanya di ring 1 tapi bisa meluas.


 
Dalam sebuah seminar yang membahas tentang masjid Al-Aqsha di Jakarta beberapa waktu yang lalu, salah seorang narasumber asal Palestina mengemukakan bahwa dalam proses replikasi mimbar Nuruddin Zanki dalam masjid Al-Aqsha  yang dibakar Israel tahun 1969, ternyata melibatkan lima orang pengukir kayu dari Jepara, Indonesia. Adara Relief International sebagai LSM yang peduli pada urusan Palestina langsung mencari tahu keberadaan warga Jepara yang terlibat dalam proses replikasi yang membutuhkan waktu selama empat tahun tersebut (2003-2007).
Dan pada Selasa 13 Juni 2017, Adara berhasil menemui tiga dari lima orang yang terlibat. Mereka adalah Abdul Mutholib (47), Zaenal Arifin (42) dan Ali Ridho (65), warga Desa Tegal Sambi, kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Dua yang lainnya adalah Sarmidi (53) dan Mustafid Dinul Azis (39).
“Merupakan kebahagiaan bagi kami disini menerima kehadiran pengurus Adara. Ini adalah apresiasi pertama yang kami terima dari sesama masyarakat Indonesia,” ucap haru Zaenal Arifin. “Dalam proses pembuatan replikasi mimbar di Jordan selama empat tahun, kami ditengok oleh para wakil pemerintahan negara-negara yang terlibat dalam proses. Ada dari Turki, Jordan dan Aljazair. Kami selalu ditanya oleh teman-teman dari dua negara itu dengan pertanyaan yang tidak bisa kami jawab, mana wakil pemerintah Indonesia?,” kisah bapak tiga anak ini mewakili dua rekannya.
Abdul Mutholib adalah pengukir yang berkesempatan memasang potongan-potongan ukiran langsung di Masjid Al-Aqsha. Selama sepuluh hari, bapak dua anak ini tinggal di lingkungan masjid ketiga yang dianjurkan Nabi Muhammad untuk menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi setelah masjid Al-Haram di Mekah dan masjid Nabawi di Madinah. “Saya sangat senang dan bangga bisa terlibat dalam proses replikasi mimbar Nuruddin Zanki ini, yang membuat saya bisa langsung mendatangi dan salat di masjid Al-Aqsha,” tutur pria yang biasa dipanggil Tholib ini.
“Ada kisah yang sedikit mendebarkan ketika kami ditahan di perbatasan Jordan-Israel. Semua potongan-potongan ukiran yang berjumlah 16.300 keping yang terbungkus rapi masing-masing dalam kertas anti api dan diangkut dengan menggunakan enam mobil pick-up, dibongkar satu persatu untuk alasan keamanan. Jadi, sebelum dibungkus dan diangkut, pihak Israel sudah ikut mengawal sejak di Jordan dengan memfoto satu persatu kepingan ukiran dan kembali membongkarnya di perbatasan untuk mencocokkan kesamaan kepingan yang di Jordan dengan yang ada di perbatasan. Bisa dibayangkan betapa melelahkan dan merepotkan serta mendebarkan bagi kami proses tersebut,” papar ayah dua anak ini.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Desa Tegal Sambi, Agus Santoso. Dalam sambutannya, Agus menyatakan baru tahu juga bahwa ada warganya yang pernah terlibat dalam peristiwa bersejarah di Masjid Al-Aqsha. “Saya sebagai aparat pemerintah merasa bangga. Saya akan mengusahakan untuk membawa dan memperkenalkan empat warga saya ke Bupati Jepara. Semoga juga bisa diupayakan untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah,” janji Agus Santoso.
Di kesempatan yang sama, Ketua Adara Relief International, Hj. Nurjanah Hulwani, S.Ag, M.E, menyatakan kebanggaan dan keharuannya bisa bersilaturahim dengan tiga warga Jepara yang membuatnya makin bersemangat untuk peduli Palestina dan masjid Al-Aqsha. “Ini adalah pertemuan yang membahagiakan sekaligus mengharukan bagi saya karena Bapak-bapak ini sudah kami cari sejak lama. Berkat pertolongan Allah, kami bisa bersilaturahim dan mengambil inspirasinya. Semoga kita umat Islam bisa segera salat di masjid Al-Aqsha dalam kondisi Palestina merdeka seutuhnya. Disini Adara memberikan tanda kasih untuk lima warga Jepara yang membanggakan ini,” ucap Nurjanah. Selanjutnya Nurjanah menambahkan, setelah pertemuan ini, Adara akan menyebarluaskan kabar gembira ini kepada masyarakat Indonesia atas kerja mulia yang telah ditunaikan putera-putera Jepara dalam ketelibatannya membuat mimbar Al-Aqsha yang membutuhkan waktu pengerjaan empat tahun di Jordan dan 10 hari merangkainya di masjid Al-Aqsha. “Semoga kerja mulia yang sudah diawali Pak Tholib dan kawan-kawan akan dilanjutkan masyarakat Indonesia dalam bentuk doa dan donasi,” tambah Nurjanah.
Dalam kesempatan perjalanan yang sama, Adara juga melakukan silaturahim ke PLTU Tanjung Jati B Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Dalam pertemuan tersebut, Adara mendapat kepercayaan dari LAZIS PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B, donasi sebesar Rp 25.000.000 untuk para guru mengaji di Palestina. Bantuan disampaikan oleh Winarno, Manajer Energi Primer dan K3L yang mewakili GM PLN Tanjung Jati.

Sumber  : www.adararelief.com

ilustrasi penerangan jalan umum, lokasi jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah di Siak
   Tergelitik saya saat membaca komentar seorang pengguna instagram pada postingan akun instagram Jeparahariini yang mengunggah foto PLTU Tanjung Jati B. Dalam komentarnya dia mengatakan jepara punya sumber energi yang cukup besar, tapi jalan jalan di wilayah jepara lintas kecamatan masih banyak yang gelap. Sementara akun lain menayakan kenapa daerah Jepara akhir akhir ini sering listrik mati? Dari perasaan terkelitik itulah saya mencoba mencari tahu dan menjelaskan tanggung siapa penerangan jalan umum di Jepara.

  Sebagai masyarakat awam, banyak diantara kita yang mungkin tidak tahu atau kurang mengerti tentang siapa yang bertanggung jawab mengenai Penerangan Jalan Umum (PJU) mungkin kita mengira karena penerangan jalan umum berhubungan dengan listrik, maka PLN lah sebagai Perusahaan Listrik Negara yang memiliki tanggungjawab.

  Namun sebetulnya yang menjadi penanggungjawab utama penerangan jalan umum adalah pemerintah daerah setempat. Sedangkan PLN berkewajiban dan bertanggungjawab untuk memasok energi listriknya.

  Dana pembiayaan penerangan jalan umum didapat dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang wajib dibayar oleh pelanggan listrik PLN. Dimana hasil PPJ tersebut merupapakan salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk membiayai daerah termasuk pemasangan dan pemeliharaan serta pembayaran rekening PJU.

   Sering padamnya aliran listrik di Jepara akhir akhir ini akibat gangguan cuaca ekstrem (hujan dan angin) yang berakibat pada kabel yang tersentuh pohon atau putus terkena pohon tumbang. Apabila terjadi padam segera lapor ke contact center PLN di nomor 123 (telepon rumah) atau 0291-123 (HP) agar petugas PLN mendapatkan informasi dan segera menindaklanjuti gangguan tersebut. Padamnya listrik di wilayah beberapa kecamatan atau lebih kecil lagi dipastikan merupakan ganguan distribusi dan tidak ada kaitannya dengan PLTU Tanjung Jati B karena pembangkit listrik tenaga uap ini beroperasi 24 jam dan hanya berhenti saat ada perbaikan rutin.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.