Latest Post

manualslide

pindang serani, sumber royco.co.id

  Banyaknya turis di kota Jepara baik yang hanya sekedar menikmati keindahan alam Jepara dengan paspor pariwisata atau pun yang bekerja di perusahaan perusahaan berkelas internasional seperti PLTU Tanjung Jati B dan lainnya membuat banyak berdiri restoran dan cafe yang menyediaan menu atau hidangan mancanegara seperti Jepang, Korea, dan lainnya.

  Namun sebagai kota yang berada di Indonesia yang terkenal akan rempah rempahnya Jepara memiliki hidangan atau makanan khas Jepara yang rasanya jauh lebih enak dari hidangan mancanegara. Bahkan terbukti para turis yang ada di Jepara sangat suka menikmati kuliner khas jepara.

 Berikut beberapa makanan khas Jepara yang wajib kamu coba :

Pindang Serani , kelezatan pindang serani sudah diakui oleh para pencinta kuliner dari berbagai penjuru negeri termasuk turis yang ada di Jepara karena mempunyai rasa yang sedap terutama kuahnya yang khas. Pindang ini dibuat dari ikan hasil tangkapan nelayan Jepara yang masih segar dan inilah yang membuat pindang ini terasa beda dengan pindang ikan lainnya. Diolah dengan cara direbus dan diberi bumbu 'rahasia" serani. Rasanya yang pedas, asam dan manis membuat hidangan ini sangat cocok dinikmati siang hari apalagi di tempat tempat wisata yang ada di Jepara. Selain menikmati wisata kuliner juga bisa menikmati wisata alam.

Rondho Royal, dalam bahasa Indonesia rondho royal artinya Janda Royal. Tapi jangan salah rondho royal di sini adalah jajanan khas Jepara yang terbuat dari tapai yang dibungkus adonan tepung terigu ditambah gula & garam secukupnya kemudian digoreng.

Dan masih banyak lagi makanan khas Jepara yang bisa anda nikmati di sana, dikota yang eksotis yang penuh keindahan.

Karimunjawa, sumber : anekatempatwisata.com

 Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan Karimunjawa memiliki luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare.Keindahan alam serta cagar alam yang anda disana membuat kagum wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

peta kepulauan karimunjawa, sumber : id.wikipedia.org

   Secara geografis kepulauan karimunjawa terdiri dari 27 pulau baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni. Lima pulau yang berpenghuni diantaranya Karimunjawa, Kemujan, Nyamuk, Parang dan Genting. Sementara pulau yang tidak berpenghuni terdiri dari Menjangan besar, Menjangan kecil, Cemara besar, Cemara kecil, Geleyang, Burung, Bengkoang, Kembar, Katang, Krakal besar, Krakal kecil, Sintok, Mrican, Tengah, Pinggir, Cilik, Gundul, Seruni, Tambangan, Cendekian, Kumbang dan Mencawakan.

   Selain Wisata Alam kepulauan dengan julukan The Paradise of Java atau Caribbean Van Java ini juga menawarkan Wisata Religi dan Wisata Kuliner.



Belasan rumah di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah mengalami rusak akibat diterjang puting beliung. Sabtu (6/5/2017) Seperti yang diberitakan dalam video diatas, bencana tersebut terjadi saat ini diguyur hujan deras. Rumah warga yang rusak rata rata bagian atap, banyak genting yang berterbangan dan hancur.

  Meski tidak ada korban jiwa, kerugian akibat bencana angin puting beliung tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupaiah.

sumber : tribunnews.com dan kompas pagi

foto: www.wisataterindah.net
   Pantai Pungkruk adalah sebuah lokasi wisata kuliner yang ada di Jepara. Lokasinya yang berada di pantai membuat pengunjung tidak hanya menikmati kuliner Jepara yang menggoda seperti pindang serani, kepiting, rajungan dan hasil laut lainnya tapi juga menikmati indahnya Pantai Pungkruk. Pantai dengan hamparan pasir putih, ombak yang tenang dan pemohonan yang rindang.

   Di pantai yang jaraknya sekitar 7 km dari pusat kota ini, terdapat banyak rumah makan yang menyediakan makan hasil laut atau seafood bahkan beberapa diantaranya menyediakan gazebo gazebo diatas air pantai Pantai Pungkruk. Keindahan pantai dan nikmatnya kuliner yanga ada membuat pantai pungkruk menjadi tempat favorit pencinta kuliner baik dari Jepara maupun kota lain sekitar Jepara. Seiring dengan berjalanan nya waktu daerah tersebut banyak berdiri kafe dan tempat karaoke, Hal itu dinilai membuat citra negatif terhadap wilayah itu. Lebih dari 100 gadis pemandu karaoke yang berpenampilan menggoda mata lelaki terdapat di wilayah tersebut.

  Agustus 2015, Pemerintah daerah Jepara melakukan penertiban meski sempat mendapat perlawanan akhirnya kawasan tersebut berhasil ditertibkan. Kini Pantai Pungkruk tidak seramai dulu, keterpurukan pantai pungkruk di Desa Mororejo Kecamatan Monggo Jepara mengundang keprihatinan semua pihak Terutama para pelaku wisata di daerah tersebut. Karena kondisi ini tidak hanya membuat aset Pemkab Jepara mangkrak tapi roda perekonomian juga mati suri. Sehingga trobosan baru perlu dilakukan untuk menggairahkan kembali sektor wisata di lokasi tersebut.

  Dengan kegiatan kegiatan yang positif dan inovatif sekaligus mengubur citra negatif yang pernah melekat pada destinasi wisata ini. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Jepara bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Jepara, JAYA KIA TRADE dan CV NBL Media Group mengadakan acara Festival Pantai Pungkruk. Adapun acara akan diselenggarakan Sabtu 6 Mei 2017 dan diperkirakan akan di ikuti oleh 5.000 orang. Selain festival kuliner yang akan diikuti oleh chef dan siswa SMK Tata Boga juga akan di adakan festival fotografi wisata jepara, festifal kebaya & tata rias, festival kroncong, langgam, campursari dan Trike flying & paramator show.

sumber : instagram i love jepara

   Pemerintah Kabupaten Jepara baru baru ini fokus pada pembangunan sektor pariwisata, tidak tanggung tanggung dana yang di gelontorkan mencapai 7 M. Diharapkan dengan pembangunan sektor pariwisata  ada multiplier effect yang mampu menggerakan sektor lain seperti perdagangan, industri, pertanian, UMKM, jasa transportasi, perhotelan, restoran serta lainnya.

   Saat ini ada 11 lokasi dan aset wisata yang dikelola pemerintah kabupaten Jepara secara langsung. Dan dari 11 lokasi tersebut baru 7 lokasi yang menarik retribusi pada para wisatawan. 7 lokasi wisata tersebut diantaranya Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Kura Kura Ocean Park, Pulau Panjang, Benteng Portugis, Museum Kartini, dan Wisma WIsata Karimunjawa.



   Tampak mencolok bangunan yang baru saja di cat dengan cat warna putih dengan kombinasi biru dan kuning. Bangunan yang terletak di sebelah selatan kantor PT. PLN (Pesero) Rayo Jepara tersebut adalah Rumah Kreatif BUMN hasil kerja sama BUMN di Jepara salah satunya adalah PT PLN Tanjung Jati B.

  Pembangunan Rumah Kreatif BUMN itu sendiri merupakan program dari kementerian BUMN yang bertujuan untuk membangkitakan Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah masing masing. Melalui Rumah Kreatif BUMN para pemilik UKM bisa memasarkan produk produknya. Rumah Kreatif BUMN dibangun dengan tujuan meningkatkan kompetensi, meningkatkan akses pemasaran serta memudahkan akses permodalan.

  Untuk bisa berjualan di Rumah Kreatif BUMN pemilik usaha terlebih dahulu mendaftar baik secara off line maupun online di www.rkb.id denagn mengisi data profiling & data produk UKM, pelaku UKM melekukan analisa & seleksi data UKM terkait kompetensi & kategori UKM.

  Langkah selanjutnya peserta akan didampingi para ahli dalam pengembangan usaha untuk meningkatkan kwalitas produk, standarisasi bahan baku, standarisasi produk, bimbingan pengembangan produk baru, packing, branding, quality control dan bimbingan pendanaan.

  Dalam tahap pemasaran peserta akan diajarkan melakukan listing di blanja.com search engine optimation. peserta juga akan diajarkan memasarkan produkmereka melalui sosial media, mulai dari praktek pembuatan, pengelolaan, berdikusi dan memonitor perkembangannya.

  General Manager PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B Ari Basuki mengungkapkan bahwa dirinya memberikan dukungan kepada UKM di Jepara, Sehingga produk UKM bisa mendunia

ilustrasi : sumber foto dari wikimedia.org
   Berita tentang rusaknya terumbu karang di perairan Karimunjawa akibat kandasnya kapal tongkang bermuatan batubara beredar luas di internet, untuk memastikan apakah kapal tongkang yang bermuatan batubara tersebut kapal batubara yang memasok batubara ke PLTU Tanjung Jati B atau bukan kami melakukan pencarian informasi dari berbagai sumber.

   Dari hasil pencarian kami menemukan sumber yang menurut kami paling lengkap yaitu koran.sindo.com situs tersebut memberitakan bahwa dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh pemerhati lingkungan setempat bersama ICAN, kerusakan terumbu karang sepanjang sekitar 1.668 meter tersebut diduga akibat kapal tongkang yang hanyut saat berlabuh dan melepas tapi jangkar di perairan setempat. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh LSM Alam Karimun (AKAR) ada tiga tongkang yang terdampar selama Januari hingga Februari , saat tugboat bersandar di Dermaga Kemujan, Karimunjawa.

  Tiga tongkang tersebut diantaranya tongkang Charles 206 dengan tugboat Hector 106 milik PT PMS beralamat di Surabaya, tongkang RMN 374 dengan tugboat KSA milik PT PKSAJ dan tongkang Sinar Anugerah 2505 dengan tugboat Equator milik PT PPSM Jakarta Timur, tongkang tersebut mengangkut batubara dari Kalimantan menuju Marunda, Tanjungpriok, Jakarta.

   Untuk memastikan kejadian tersebut bukan karena kapal yang memuat barubara ke PLTU Tanjung Jati B kami mencoba mencari informasi dari situs, blog dan sosial PLTU Tanjung Jati B. Barubara yang digunakan  PLTU Tanjung Jati B diangkut dari Kalimantan mengunakan kapal jenis Vessel bukan tongkang dan jalur atau rute pelayaran kapal batubara PLTU Tanjung Jati B tidak melewati Karimunjawa yang pada prinsipnya jalur kapal itu merujuk pada data yang tertulis di peta laut yang dikeluarkan oleh Dinas Hydro Oceanografi (Angkatan Laut) dan selalu diupdate lewat NTM (Notice To Marine).

 Anda bisa melihat video proses pembongkaran batubara di PLTU Tanjung Jati B yang kami dapat dari akun sosial media resmi milik PLN Tanjung Jati B di SINI.



   Hujan lebat disertai angin yang melanda Jepara akhir akhir ini membuat listik di kota dengan julukan kota energi sering mati. Beberapa warga mengaku sudah membuat pengaduan ke contact center PLN 123 namun karena terkesan dibiarkan, mereka mengadu melalui portal lapor bupati, selain melaporkan aduan yang tak direspon mereka juga meminta penjelasan PLN terkait seringnya mati lampu.

   Guna memastikan kebenaran apakah pelayanan contact center PLN merespon atau tidak. Tepat pukul 00:40 WIB 4 Februari 2017 waktu Jepara saya menghubungi contact 0291-123 dari ponsel saya. Terdengar suara diseberang sana menjawab telephon saya, petugas tersebut menanyakan nama dan alamat saya serta gangguan apa yang saya alami. Terbukti PLN Jepara siaga 24 jam, meski saya tidak mendapat pelayanan karena memang lisrik di wilayah saya tidak mati atau gangguan.

   Masih penasaran dengan penyebab listrik mati di Jepara akhir akhir ini, saya browsing diinternet dan menemukan jawabannya. Padamnya listrik disebabkan oleh 2 faktor yaitu untuk pemeliharaan dan gangguan, untuk pemadaman karena adanya pemeliharaan PLN akan membuat surat pemberitahuan kepada pelanggan sedangkan padamnya listrik karena gangguan seperti cuaca ekstrem atau hujan lebat disertai angin yang mengakibatkan kabel menyentuh pohon atau media hantar lain atau putusnya kabel akibat pohon tumbang PLN tidak membuat pemberitahuan.

  Lalu siapa pahlawan yang berjuang demi kinerja PLN lebih baik lagi dan mencoba menviralkannya disosial media? Siapapun dia, saya ucapkan terima kasih atas kepeduliannya. Semoga kinerja  PLN Jepara makin baik lagi, listrik tidak byar pet, Jepara tidak sering mati lampu dan Jepara memang pantas menyandang predikat kota energi.

ilustrasi penerangan jalan umum, lokasi jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah di Siak
   Tergelitik saya saat membaca komentar seorang pengguna instagram pada postingan akun instagram Jeparahariini yang mengunggah foto PLTU Tanjung Jati B. Dalam komentarnya dia mengatakan jepara punya sumber energi yang cukup besar, tapi jalan jalan di wilayah jepara lintas kecamatan masih banyak yang gelap. Sementara akun lain menayakan kenapa daerah Jepara akhir akhir ini sering listrik mati? Dari perasaan terkelitik itulah saya mencoba mencari tahu dan menjelaskan tanggung siapa penerangan jalan umum di Jepara.

  Sebagai masyarakat awam, banyak diantara kita yang mungkin tidak tahu atau kurang mengerti tentang siapa yang bertanggung jawab mengenai Penerangan Jalan Umum (PJU) mungkin kita mengira karena penerangan jalan umum berhubungan dengan listrik, maka PLN lah sebagai Perusahaan Listrik Negara yang memiliki tanggungjawab.

  Namun sebetulnya yang menjadi penanggungjawab utama penerangan jalan umum adalah pemerintah daerah setempat. Sedangkan PLN berkewajiban dan bertanggungjawab untuk memasok energi listriknya.

  Dana pembiayaan penerangan jalan umum didapat dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang wajib dibayar oleh pelanggan listrik PLN. Dimana hasil PPJ tersebut merupapakan salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk membiayai daerah termasuk pemasangan dan pemeliharaan serta pembayaran rekening PJU.

   Sering padamnya aliran listrik di Jepara akhir akhir ini akibat gangguan cuaca ekstrem (hujan dan angin) yang berakibat pada kabel yang tersentuh pohon atau putus terkena pohon tumbang. Apabila terjadi padam segera lapor ke contact center PLN di nomor 123 (telepon rumah) atau 0291-123 (HP) agar petugas PLN mendapatkan informasi dan segera menindaklanjuti gangguan tersebut. Padamnya listrik di wilayah beberapa kecamatan atau lebih kecil lagi dipastikan merupakan ganguan distribusi dan tidak ada kaitannya dengan PLTU Tanjung Jati B karena pembangkit listrik tenaga uap ini beroperasi 24 jam dan hanya berhenti saat ada perbaikan rutin.


Foto oleh : Andang Sugiarto
Foto oleh : Andang Sugiarto

   Keunggulan komperatif dan kompetitif Jepara yang telah terkelola dengan baik, telah menempatkan Jepara pada posisi yang terhormat dalam konstelasi perekonomian nasional. Namun demikian upaya untuk terus menerus mengexplore potensi daerah perlu terus dilakukan agar Jepara dapat tetap eksis ditengah-tengah persaingan pasar domestik dan global yang sangat ketat.

  Sektor pariwisata di Jepara mulai menggeliat bangkit pasca ditetapkannya Karimunjawa sebagai daerah tujuan wisata utama nasional di Jawa Tengah, melengkapi obyek-obyek wisata yang telah ada seperti Pantai Kartini, Pulau Panjang dan lainnya.

  Dalam rangka peningkatan sektor pariwisata dengan harapan menjadi Visit Jepara Year 2017 serta promosi daerah dilingkungan kabupaten Jepara, Lembaga Pelestari Ukir, Batik dan tenun bersama pelopor fashion carnival SMKN 2 Jepara kembali menyelenggarakan kegiatan Jepara Carnival Tingkat Jateng 2017. Kegiatan yang akan dilakukan pada hari Minggu tangal 5 februari 2016 bertempat di alun alun kota Jepara mulai pukul 12:00 sampai dengan 17:00 WIB.

 Tujuan diselenggarakannya acara tersebut selain untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Jepara juga sebagai wadah bagi tumbuh dan kembangnya kreatifitas masyarakat serta memberikan motivasi bagi desainer-desainer muda Jepara.


  LAZIS PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B bekerjasama dengan UPZ Kecamatan Kembang mengadakan kegiatan bedah rumah salah seorang warga desa Pendem. Adalah ibu Sumari pasangan dari bapak Sarini, beliau berhak mendapatkan bantuan zakat profesi dari karyawan PLN Tanjung Jati B karena rumahnya yang sudah tidak layak.

  Jum'at 20 Januari 2017 pukul 13:36 WIB, Tim LAZIS PLN Tanjung Jati B berangkat ke lokasi penerimaan bantuan. Tim bertemu dengan perwakilan Departemen Agama Kabupaten Jepara, Carik dan perangkat Desa Pendem, di balai desa untuk melakukan briefing terkait kejuatan yang akan diterima ibu Sumari.

  Selanjutnya Tim LAZIS PLN Tanjung Jati B beserta perangkat Desa Pendem menuju gedung muslimat NU yang letaknya tidak jauh dari balai desa dimana disitu sedang diadakan pengajian ibu ibu. Sesuai skenario yang sudah disepakati disela sela pengajian carik desa Pendem menyampaikan bahwa Desa Pendem kedatangan tamu dari Dinas Pajak Bumi dan Bangunan Jepara dan menyampaikan bahwa salah satu warganya yaitu ibu Sumari tidak membayar pajak. Kemudian Tim LAZIS PLN TJB yang berpura pura menjadi tamu dari Dinas pajak bumi dan bangunan memberikan sebuah amplop dan meminta ibu Sumari membacanya. Tapi karena ibu Sumari tidak bisa membaca diwakilkan oleh tetangganya.

  Tangis ibu Sumari tak terbendung saat isi amplop tersebut dibaca, ternyata dirinya menerima bantuan bedah rumah dari LAZIS PLN TJB senilai 25 juta, tak hanya ibu Sumari banyak dari yang hadir tersebut turut menangis haru.

Lihat video tangis haru ibu Sumari di chanel youtube PL Tanjung Jati B.



   Secara geografis kabupaten Jepara terletak di pantura timur Jawa Tengah yang bagian barat dan utaranya dibatasi oleh laut. Sedangkan bagian timur wilayah kabupaten ini merupakan daerah pegunungan. Wilayah kabupaten Jepara juga meliputi kepulauan yakni gugusan pulau-pulau di Laut  Jawa. Dua pulau terbesar di Jepara adalah pulau Karimunjawa dan pulau Kemujan. Sebagian besar wilayah Karimunjawa dilindungi dalam cagar alam laut Karimunjawa. Sedangkan pulau terdekat dengan pusat kota jepara adalah Pulau Panjang.

  Karena letaknya yang pesisir pantai maka tidak heran jika sebagian dari masyarakat Jeparamemiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Salah satu hasil laut Jepara adalah kepiting jenis rajungan, dan nelayan dari Jepara merupakan salah satu pemasok rajungan untuk kebutuhan ekspor di propinsi Jawa Tengah. Bahkan di Jepara telah berdiri sebuah pabrik ranjungan yang berada di desa Bandengan yang hasil olahannya di ekspor ke luar negeri.


   PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B bekerja sama dengan PT Central Java Power, UNDIP, TAKA dan dinas terkait mengadakan pelatihan restocking rajungan kepada KUB Berkah Samudra. Hadir sebagai narasumber acara tersebut Ir. Sri Redjeki M.Si, Ir Ita Riniatsih M.Si Dr Rudi Pribadi  Dr. Ir Munasik M.Sc sedangkan sebagai fasilitator perwakilan dari TAKA sdr. Haries Sukandar.


  Pelatihan restocking rajungan ini merupakan bagian dari program konservasi pulau panjang, dengan diadakannya pelatihan tersebut diharapkan selain menambah wawasan tentang budidaya atau cara menangkap menangkap rajungan, juga bisa menambah penghasilah para nelayan. Jika program ini berhasil maka Jepara akan menjadi kota yang lestari, menjadi kota pariwisata, menjadi pusat wisata kuliner dan hal itu akan berpengaruh kepada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya.


 


    PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara memiliki tanggungjawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap masyarakat di desa ring satu. Yakni Desa Tubanan, Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang serta Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara. PLN dituntut ikut andil dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat lokal melalui dana CSR perusahaan. Tidak mudah memang, karena sebagai perusahaan yang belum lama beroperasi jelas merupakan tantangan besar agar dana CSR bisa benar benar memberi konstribusi kepada masyarakat lokal.

  Berbagai program CSR sudah digulirkan PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara kepada masyarakat. Seperti bantuan dana bergulir, pemeliharaan lingkungan sampai program bantuan pinjaman indukkambing bergulir. CSR PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara tidak ingin hanya menyalurkan dana CSR begitu saja. Tapi bagaimana agar dana CSR yang diberikan benar benar bisa berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat lokal. Program yang dicanangkanpun tidak sembarangan dan harus berlandaskan dengan kearifan lokal atau local wisdom masyarakat sekitar.

   Dari sekian program yang dicangkan, program bantuan pinjaman induk kambing bergulir dinilai cukup sukses. Sebab, program ini berpijak pada kearifan lokal masyarakat sebagai petani dan peternak,meski belum skala besar. Padahal program bantuan pinjaman induk kambing bergulir ini baru dimulai sejak Juli 2015 dengan memberikan stimulan 62 ekor induk kambing jenis jawa randu.

  Melalui program inilah CSR ingin mengajak masyarakat di desa ring satu berdikari secara ekonomi. Masyarakat dilibatkan secara langsung terhadap berbagai program CSR yang berkelanjutan dan diberikan secara kontinyu. Masyarakat juga diajak untuk bisa berpikir jauh ke depan dalam mewujudkan perekonomian yang kuat dengan menyulap desa ring satu sebagai sentra ternak.

   Eksplorasi berbagai keberhasilan program CSR PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B dalam mengajak dan melibatkan secara masyarakat lokal secara langsung untuk membangun terwujudnya "Tubanan Desa Enegi" bisa anda lihat dibuka "Desa Ternak Penghasil Energi" Sustainability Empowerment Program PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara.



museum kartini jepara

  Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan kepedulian PLTU Tanjung Jati B terhadap dunia pariwisata dan pendidikan, Melalui program Corporate  Social Responsibility  atau CSR, PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B bekerja sama dengan PT Central Java Power dan Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara melakukan renovasi Musem Kartini.

   Usai dilakukan penataan ulang museum kartini terlihat berbeda dengan desain interior memukau dan perpaduan lighting putih - biru museum kartini terlihat lebih modern dan lebih menarik perhatian. Meski demikian keaslian dan nilai sejarah pada setiap koleksi yang ada tetap terjaga.

   Dana yang dikeluarkan untuk tahap pertama renovasi museum kartini sekitar Rp. 600 juta. Tahun ini lanjut ke ruang berikutnya dan setelah selesai semua, baru akan merambah eksterior atau wajah museum. Untuk melihat perubahan tampilan museum kartini anda bisa lihat di sosial media milik PLN Tanjung Jati B Instagram , Facebook , atau anda bisa melihat videonya di chanel youtubenya disini.


    Berbagai macam jenis makanan tradisional yang sehat dan murah tersaji dalam acara Festival Kuliner yang diselenggarakan di alun - alun jepara kemarin dan hari ini, sabtu dan minggu (18-19/04/2015). Festival Kuliner dan pangan se- Jawa Tengah ini diikuti oleh 36 Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah yang memamerkan dan mempromosikan produk olahan makanan dari daerah mereka masing masing.

    Ada ceke singkong, lontong jagung, roket ubi udan dan makanan tradisional khas jawa tengah lainnya yang bisa anda nikmati di acara ini dengan harga murah. Salah seorang pengunjung mengatakan tadi membeli makanan khas pemalang yaitu 5 tusuk loso, satu porsi sop daging sapi, satu porsi nasi dan dua minuman nanas dalam kemasan cuma Rp. 20.000,- ini adalah harga yang sangat murah untuk ukuran acara Festival sebesar ini.


    Pantai Tirta Samudra yang terterletak di Desa Bandengan atau masyarakat umum lebih mengenalnya dengan nama Pantai Bandengan ini memang sangat mempesona, Pantai yang garis pantainya dipenuhi hamparan pasir putih ini adalah salah satu obyek wisata favorit di Jepara.

   Asal usul nama Pantai Bandengan adalah dari sunan muria, saat sunan muri menyebarkan islam di kepulauan Karimunjawa. Di daerah ini banyak terdapat ikan bandengan sehinggan sunan muria memberi nama pantai ini  Pantai Bandengan. Dizamannya RA Kartini juga sering menghabiskan waktunya di pantai ini.

   Tidak jauh dari pantai bandengan juga ada obyek wisata jepara lainnya, tempat wisata tersebut adalah Pulau Panjang. Untuk bisa menikmati indahnya Pulau Panjang pengunjung bisa menyewa perahu yang ada di Pantai Bandengan. Letaknya yang berada di pesisir membuat Jepara mempunyai banyak Obyek wisata pantai.


   Wisata Kawah Putih Desa Blingoh Jepara ini baru terkenal beberapa waktu yang lalu setelah beberapa sosial media dan blogger mengupload gambar Kawah Putih yang indah ini. Tempat wisata ini kurang dikenal karena letaknya yamg jauh dari perkotaan berada di pelosok desa tepatnya Dukuh Lembah Desa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara.

   Danau ini adalah danau buatan bekas galian penambangan yang berbentuk batu putih, seiring berjalanannya waktu kawah putih tersebut di penuhi air hujan dan menyerupai Danau. Sekarang masyarakat jepara lebih mengenalnya dengan nama Danau Kawah Putih Desa Blingoh.

   Disekitar Danau masih terdapat laham yang pohonnya cukup rimbun, dan untuk bisa menikmati danau yang indah tersebut anda juga harus melewati jalanan yang penuh tantangan. Ini sangat cocok buat anda yang berjiwa petualang. Penasaran seperti apa indahnya Danau tersebut berikut peta lokasinya.





   Sebanyak 75 penyanyi dangdut jepara siap menghibur masyarakat jepara mulai jam 13:00 WIB hingga pukul 23:00 nanti malam dengan bintang tamu Anita Dangdut Academy Indosiar dari Jakarta. Acara yang dipusatka di alun alun Jepara ini merupakan rangkaian dari acara Festival Kartini dan Hari Jadi Jepara ke - 466.

   Hadi Priyanto selaku ketua Festival Kartini mengatakan parade 75 artis dangdut jepara akan menampilkan artis artis dangdut asli jepara, mereka akan membawakan lagu secara bergantian dengan diiringi tujuh Group Dangdut papan atas Jepara. Lagu yang dibawakan adalah lagu dangdut asli atau original tanpa campuran DJ atau koplo, Panitia juga menghimbau agar Penyanyi tidak membawakan laku jorok seperti Tali kutang, Oplosan dan lain lain. Hal ini dikarenakan agar citra dangdut jepara lebih baik.

    Dalam konser dangdut tersebut disertai launching " Jepara Insan Dangdut Community " atau JasDC sebagai wadah bagi pengembangan insan musik dangdut jepara agar dapat tumbuh kreativitas dengan tetap bertumpu pada karakter dan budaya bangsa. Para artis akan menyanyi tanpa dibayar dalam acara ini mereka  hanya ikut meramaikan hari jadi jepara.


    Jepara mempunyai Tiga Tokoh Wanita yang melegenda, Mungkin anda dan kebanyakan orang hanya mengenal RA Kartini, Pahlawan emansipasi wanita yang terkenal dengan " Habis Gelap Terbitlah Terang " nya. Padahal Jepara mempunyai Tiga Tokoh Wanita yang mengharumkan nama Kota Ukir tersebut yaitu RA Kartini, Ratu Kalinyamat dan Ratu Shima.

   Tiga siswi Jepara ini Memerankan Tiga Tokoh Wanita Jepara dalam acara Festival Kartini Hari Jadi Jepara ke - 466, Ratu Kalinyamat (Merah) diperankan oleh Regina Lulu Fani siswa SMKN 3 Jepara, RA Kartini (Tengah) diperankan oleh Selvia Elmia Sari siswi SMAN 1 Jepara dan Ratu Shima (Kuning emas) diperankan Putri Rania Taqiya Anjani siswi SMPN 2 Jepara.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.